Kenangan dan sisi lain Pak Raden yang sulit dilupakan
Semasa hidup, Pak Raden memilih berpenampilan sederhana meski terkenal layaknya selebritis populer. Buktinya, Pak Raden justru tinggal di perumahan yang dijatahkan Produksi Film Nasional (PFN) ketika dia mulai kontrak siaran Si Unyil.
Tak hanya itu, saat keluar dari PFN, Pak Raden juga disuruh keluar dari rumah yang ditempatinya itu. Keluarganya pun lantas memberikan dia rumah yang sekarang.
"Adik saya itu (Pak Raden) seniman yang sangat sederhana. Ia tidak mau berlebihan," kata saudari Pak Raden, Seswati Suhario (90) di Rumah duka, Jakarta, Sabtu (31/10).
Dia mengatakan, saat masih berjaya di masa lampau, Pak Raden juga tidak mau beranjak dari rumahnya kini. "Alasannya, kalau di perumahan, dia (Pak Raden) gak bisa dekat dengan anak-anak. Makanya dia tinggal di sini terus," ucapnya.
Sementara itu, Budi, keponakan Pak Raden mengisahkan pamannya mempunyai kecintaan pada kucing. Bahkan pencipta karakter boneka Si Unyil itu kerap menyelamatkan kucing-kucing yang terlantar oleh pemiliknya.
Kendati demikian, para tetangga pun sering menitipkan kucing-kucing mereka di rumah sang pelukis dan maestro itu. Tak terhitung betapa banyak kucing liar dan tak terawat telah diselamatkan Pak Raden.
Oleh sebab itu, para tetangga pun lantas menyebut rumah petak milik Pak Raden sebagai rumah seribu kucing.
"Mungkin karena lihat banyak kucing di sini para tetangga sebut rumah ini sebagai rumah seribu kucing. Tentu jumlah itu tak sampai dengan jumlah kucing yang sebenarnya ada di dalam," tukas dia.


Komentar
Posting Komentar