Langsung ke konten utama

Ini yang jadi alasan pertemuan Arzetti dengan Dandim

Musala papan ini yang jadi alasan pertemuan Arzetti dengan Dandim



musala yang akan dibantu Arzetty dan dandim. ©2015 Merdeka.com
Merdeka.com - Heboh kabar penggerebekan anggota DPR Arzetti Bilbina dengan Dandim Sidoarjo Letkol Rizeki Indra Wijaya di sebuah hotel di Malang telah dibantah. Arzetti mengatakan pertemuan itu untuk membahas dana pembangunan sebuah musala di salah satu pondok pesantren di Malang. Seperti apa kondisi musala itu?

Penelusuran merdeka.com, musala itu merupakan salah satu fasilitas pendukung Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al-Ikhlas yang terletak di Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kacamatan Singosari, Kabupaten Malang. Arzetti dan Rizeki sebelumnya berencana membantu pembangunan musala itu sebelum kejadian penggerebekan di Hotel Arjuna terjadi.

Pesantren pimpinan KH M Ali Zubair itu berdiri tahun 2009. Sejak 2 Mei 2013, melakukan pengembangan dan proses pembangunan untuk kompleks pondok pria. Jumlah santri sebanyak 95 orang, 66 santri putra dan 29 perempuan. Para santri yang masih usia TK dan SD berasal dari Flores, Papua, Kalimatan, Sumatra, NTT.


Zubair menuturkan, Rizeki mengajak Arzetti untuk ikut membantu pembangunan musala berukuran 12x16 meter persegi itu. Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Rizeki dan dijanjikan akan dipertemukan dengan Arzetti, yang disebut Rizeki sebagai teman dari Jakarta.

"Jumat (23/10), saya ditelepon komandan Rizeki Indra Wijaya, 'Ustad saya punya teman dari Jakarta rencananya mau membantu pembangunan musala pondok pesantren yatim dhuafa Al-Iklas'," kata Zubair menceritakan di pondoknya, Rabu (28/10).

Zubair yang mengaku dekat dengan Rizeki sejak menjadi Komandan Yonkav itu, menggelar jumpa pers di musala papan, yang disebut akan dicarikan dana oleh Rizeki.

Saat perbincangan dengan telepon itu, kata Zubair, dirinya diminta menyiapkan proposal pembangunan musala. "Apa yang bisa saya bantu komandan? 'Tolong kalau ada proposal serahkan pada saya'. Kemudian saya menyampaikan, siap komandan saya siapkan," katanya menirukan percakapan dengan Rizeki.

Tetapi ternyata, Rizeki justru akan datang secara langsung ke pondoknya bersama teman yang dimaksud. Awalnya dirinya juga tidak tahu, kalau yang diajak adalah Arzetti, artis yang juga anggota DPR.

"Insya Allah nanti sekalian saya ajak teman saya itu langsung ke tempat jenengan, untuk melihat langsung pembangunan musala, biar tahu kondisinya langsung seperti apa," katanya.

Rizeki menurut Zubair sudah sering datang ke pesantrennya, terakhir datang pada 22 Oktober lalu. Saat itu Rizeki datang bersama keluarga besarnya, mengajak anak-anak berbuka puasa bersama pada 10 Muharram.

Sampai hari yang dijanjikan, yakni Minggu (25/10) ternyata tamu yang akan datang itu tidak kunjung tiba. Dirinya berusaha menghubungi baik dengan telepon maupun berkirim Whatsapp, tetapi tidak mendapat kepastian.

"Saya sampai sore menunggu-nunggu. Saya telepon tidak diangkat-angkat. Saya kirim WA juga belum terbaca. Kok enggak ada kabar dari komandan? Kok saya telepon tidak diangkat? Saya WA tidak dibaca. Saya baru tahu kabar, Senin paginya," akunya.

Arzetti dan Rizeki diamankan di kamar 18 Hotel Arjuna Lawang, Kabupaten Malang. Lokasi hotel sekitar 10 km dari pesantren yang akan dikunjungi itu.

Zubair pun tidak mengetahui kalau keduanya singgah di Hotel Arjuna. Pihaknya juga sama sekali tidak tahu dengan kejadian di hotel tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh Djoko Purnomo, Ketua FKPPI Sidoarjo yang diminta berangkat ke Malang oleh Rizeki. Saat itu, diberitahu kalau Arzetty akan berkunjung ke Al-Ikhlas dan Pondok Gus Zein di Tumpang.

"Saya belum tahu lokasinya, tetapi diminta ke Malang untuk bertemu Bu Arzetty. Saya tidak tahu yang terjadi di Denpom, saat itu masih diperiksa gitu saja, tidak bisa ditemui," ungkapnya.

Rencana ke Malang, sudah dibicarakan dengan Djoko sekitar dua minggu sebelumnya. Saat itu rencananya bertemu di Djuanda, Sidoarjo tetapi akhirnya bergeser ke Malang. "Saya kejadiannya di hotel tidak tahu. Saya berharap tuduhan itu tidak benar," tegasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Trawas Pagi Ini

Foto ini adalah diambil di salah satu hotel terkenal di trawas , Pagi ini suasana trawas sangat indah . Trawas sudah menjadi bagian dari pariwisata yang wajib di kunjungi , Trawas memiliki tempat indah yang masih belum ter ekspos, oleh karena itu kali ini kami akan ekspos trawas kepada anda semua, Mungkin banyak orang menyangka hanya batu malang yang bagus di wilayah jatim timur/ wilayah malang , pada hal ada wilayah lain yaitu Trawas , Daerah yang terletak tepat di belakakng batu malang , trawas dan batu malang sendiri hanya ter batas gunung welirang jark trawas dengan batu malang sebenarnya cukup dekat, apa saja yang ada di trawas ? Selain suasana sejuknya yang tidak kalah dengan Batu malang Trawas juga terkenal dengan Duriannya Jika anda ke trawas anda wajib untuk mencari durian khas trawas, tapi awas tertipu tidak jarang ada juga penjual nakal yang menipu, mengaku durian trawas padahal aslinya durian luar trawas, ini jelas beda dengan rasa asli durian trawas , jika anda ingin...

Inilah 24 pasangan mesum yang di grebek di hotel kawasan Trawas

Img ilstrasi Polres Mojokerto beserta dinas terkait menggelar Operasi Bina Kusuma di sejumlah hotel di wilayah hukum Polres Mojokerto. Sebanyak 24 pasangan mesum digerebek petugas saat berteduh dari air hujan di dalam kamar hotel. Puluhan pasangan mesum yang telah terjaring razia gabungan dinas terkait yakni dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung digelandang ke Mapolres Mojokerto untuk dilakukan pendataan. Dari hasil pendataan, dari 24 pasangan mesum tersebut merupakan bukan pasangan suami istri. Dari 24 pasangan mesum tersebut, 12 orang diketahui berstatus janda, 15 laki-laki yang sudah memiliki istri dan lima perempuan yang mempunyai suami serta 11 orang yang belum menikah. Sebanyak 24 pasangan mesum tersebut digerebek dari dua hotel di Kecamatan Trawas dan Pungging. Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto mengatakan, sebanyak 24 pasangan mesum tersebut bukan suami istri. "Mereka terjaring di dua hotel...

Terobosan Baru Pemerintah Untuk Dukung Langkah Rio Harianto di F1

Terobosan yang digelar Pemerintah Indonesia untuk mendukung eksistensi Rio Haryanto pada ajang balap Formula 1 ternyata turut disorot media-media luar negeri. Beberapa media memberitakan kerja keras Pemerintah dalam mendukung Rio melalui layanan SMS ( Short Message Service ). Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan penggalangan dana untuk Rio. Melalui SMS Donasi ke nomor 7788 dan dengan biaya sebesar Rp5.000 per pesan ini diharapkan bisa menutup kekurangan dana yang dibutuhkan. Pebalap kelahiran Solo itu diharapkan bisa melunasi sisa pembayaran sebesar 10 juta euro kepada Manor Racing andai 12,4 juta pengguna ponsel mengirim SMS. "Mari kita mendukung ini. Buatlah seperti minum obat, tiga kali sehari," kata Menkominfo, Rudiantara kepada wartawan. egigihan upaya Pemerintah Indonesia itu turut diberitakan oleh situs-situs balap lu...