MOJOKERTO - Warga Dusun Gapuro, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dihebohkan dengan penemuan bangunan kuno pada Kamis (29/9/2016). Terlebih lagi, struktur bangunan tersebut menyerupai candi.
Berdasarkan penuturan warga setempat, penemuan situs yang terpendam di dalam tanah itu bermula dari para pekerja bangunan. Rencananya, mereka hendak membangun pondasi Posyandu di lahan bekas lapangan voli milik Desa Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto
Awalnya yang menemukan adalah pekerja yang membangun ini (Posyandu). Saat itu mau menggali tanah untuk kebutuhan pondasi," ungkap Kepala Dusun Gapuro, Hendrik Budi Santoso (31) saat ditemui Okezone.
Hendrik memaparkan, pembangunan Posyandu sebenarnya dimulai sejak Selasa 27 September 2016. Namun, para pekerja baru mengetahui adanya situs berupa batu bata kuno pada keesokan harinya. Kala itu, para pekerja membuat lubang pondasi bangunan posyandu seluas 8 x 12 meter.
Dikatakan Hendrik, saat melakukan penggalian sedalam sekitar 30 sentimeter (cm), mata cangkul salah seorang pekerja membentur benda yang cukup keras. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata mata cangkul itu membentur tumpukan batu bata kuno.
"Batu bata kuno, yang ditemukan ini, setelah kita cek bentuknya tidak sama. Ada yang tebal 6 cm, lebar 7 cm dengan panjang 30 cm, ada yang lebar 19 cm, panjang 28 cm dan tebal 6,5 cm," tambahnya.
Selanjutnya, Hendrik melaporkan penemuan itu ke aparat desa setempat. Ia pun meminta para pekerja untuk menghentikan aktivitas penggalian dilokasi itu. Sementara Kaur Pembangunan Desa Mojojajar yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan, Sukardi, memastikan telah melaporkan temuan itu ke camat setempat. Bahkan, informasi itu diteruskan ke instansi terkait serta Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto.
"Sementara, pembangunannya kita hentikan dulu sambil menunggu penelitian dari BPCB. Karena kita tidak ingin merusak bangunan yang diduga situs candi itu," tukas Sukardi. (Sym)
Okezone.com

Komentar
Posting Komentar