Dalam rangka memperingati hari 1 muharram yang jatuh pada hari ini sabtu , 1 oktober 2016 seluruh pelajar tingkat SD antusias mengikuti kirap yang rencananya stard di terminal ketapanrame Trawas. pada siang hari ini , ada yang berdandan sebagai polisi,TNI,pemuka Agama dll,
Sesuai namanya, tahun baru ini, adalah tahun baru untuk penanggalan umat Islam. Berbeda dengan umat lain, yang penanggalannya ditandai dengan kelahiran sang pembawa ajaran, seperti tahun Masehi ditandai dengan kelahiran Nabi Isa. Tetapi tahun baru Islam ditandai dengan sebuah peristiwa heroik. Yakni, peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah.
Lahirnya, penanggalan itu, didasarkan pada kebutuhan, ketika itu, Umar bin Khatab yang menjadi kepala pemerintahan, merasa kesulitan untuk mencatatkan agenda kenegaraan karena ada beberapa versi yang digunakan, seperti menggunakan dasar penanggalan tahun gajah, tahun masehi, dll.
Maka,
berdasarkan hasil Musyawarah dan atas saran dari Ali bin Thalib
karamallahu wajhahu, maka Khalifah Umar Ibnu al-Khattab pun, akhirnya
menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Islam.
Lalu, apa makna Muharram itu bagi kita semua?
Pertama,
untuk menghindari kultus individu, maka penentuan tahun baru itu bukan
didasarkan pada kelahiran, tetapi pada peristiwa, ini menunjukkan Islam
sebagai agama yang progresif, bergerak maju, tidak stagnan, dia bergerak
dari satu peristiwa ke peristiwa lain, sesuai kebutuhan zaman,
kebutuhan tempat dan kebutuhan manusia pada saat itu.
Kedua,
Hijrah itu sendiri artinya berpindah, bisa jadi berpindah dari satu
tempat ketempat lain, atau berpindah dari suatu peristiwa ke peristiwa
lain, atau berpindah dari perilaku satu ke perilaku lain, menuju pada
hal yang lebih baik dari sebelum perpindahan. Jadi, jika umat Islam
stagnan pada satu kondisi, apakah perilaku, kondisi, dan wilayah dan
tidak menunjukkan perubahan pada sesuatu yang lebih baik, maka
sesungguhnya dia telah meninggalkan ruh, hijrah itu sendiri.
Ketiga,
Muharram itu sendiri, artinya yang diharamkan atau sangat dihormati.
Pada bulan haram itu, -umat Islam memiliki empat bulan Haram-, umat
Islam diharamkan untuk berperang, pada bulan itu, genjatan senjata
dilakukan, dengan kata lain semangat Muharram adalah semangat
perdamaian. Sehingga mereka yang mengenal esensi tahun hijriah yang
dimulai pada 1 Muharram, adalah mereka yang memiliki kesadaran akan
perdamaian, sebagai kasih sayang pada seluruh umat manusia, menjadikan
kehadirannya sebagai berkah bagi alam semesta.
Keempat,
inti dari seluruh ajaran Islam, dalam konteksnya hijriah, adalah
perubahan pada sesuatu yang menuju pada kebaikan, pada kemajuan dan
kemanfaatan bagi seluruh manusia, pada seluruh alam semesta dengan
semangat damai sejahtera penuh kasih sayang, sehingga tujuan Allah
menurunkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamien -rahmat bagi alam semesta- itu dapat diwujudkan oleh para pemeluknya... Wallahu A'lam bish-shawab.
Penulis: Iskandar Zulkarnain

Komentar
Posting Komentar