Langsung ke konten utama

33 sumber yang terdapat di lereng Gunung Penanggungan diruwat



Sebanyak 33 sumber yang terdapat di lereng Gunung Penanggungan diruwat di Pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/10/2016). Diyakini air yang berasal dari 33 sumber tersebut setelah diruwat bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Ruwat dimulai dengan kirab dari warga Dusun Biting, Desa Seloliman yang membawa hasil bumi lengkap dengan sesaji dan burung ke Pertirtaan Jolotundo dan diiringi kesenian Bantengan. Sesepuh desa mengambil air di Pertirtaan Jolotundo dimasukkan ngaron dan kendi (teko dari tanah liat) yang sudah disiapkan di area Pertirtaan Jolotundo.

Air dalam kendi itu tak hanya berasal dari Pertirtaan Jolotundo, Namun juga berasal dari 33 sumber yang ada di lereng Gunung Penanggungan. Selanjutnya air tersebut ditata di pelataran Pertirtaan Jolotundo beserta sesaji dan hasil bumi. Sebelum air tersebut disebar dan disiramkan ke peserta kirap, ada ritual baca do'a dari sesepuh.

Ketua panitia, Ali Usman mengatakan, ruwat sumber tersebut merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang Dusun Biting yang digelar di bulan Suro sebelum tanggal 10 dan dilakukan di hari dengan pasaran legi. "Tradisi ruwat sumber ini berjumlah 33 sumber yang terdapat di lereng Gunung Penanggungan," ungkapnya.

Masih kata Ali Usman, tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada generasi muda jika air merupakan sumber kehidupan. Diharapkan sumber tersebut diruwat agar lestari untuk generasi mendatang. Masyarakat, lanjutnya, juga butuh alam karena manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa lingkungan sekitar.

"Selain air harus diruwat, juga harus dirawat. Yakni dengan simbolis berupa penanaman pohon. Karena jika hanya diruwat tanpa dirawat maka sumber itu akan hilang. Air dari 33 sumber tersebut dimasukan ke dalam kendi karena leluhur kita sebelum ada teknologi menggunakan kendi yang berasal dari tanah," katanya.

Menurutnya, ruwat sumber tersebut merupakan kepercayaan yang menyangkut lima agama. Oleh karena itu, jika diyakini air tersebut akan menjadi sakral. Ia pun tak memungkiri, air yang sudah diruwat tersebut menjadi rebutan para peserta maupun pengunjung Pertirtaan Jolotundo.

"Ada yang diminum. Karena jika minum air yang sudah diruwat tersebut, warga meyakini bisa menyembuhkan penyakit. Masyarakat percaya bahwa air 33 sumber itu berasal dari Eyang Prabu Airlangga," ujarnya.

Perlu diketahui, Pertirtaan Jolotundo terletek di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya Desa Seloliman, Kecamatan Trawas merupakan bangunan petirtaan yang dibuat pada zaman Airlangga (Kerajaan Kahuripan).

Berdasarkan penelitian, kualitas airnya terbaik di dunia dan kandungan mineralnya sangat tinggi. Debit airnya sendiri yang tidak pernah berkurang meskipun musim kemarau

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Trawas Pagi Ini

Foto ini adalah diambil di salah satu hotel terkenal di trawas , Pagi ini suasana trawas sangat indah . Trawas sudah menjadi bagian dari pariwisata yang wajib di kunjungi , Trawas memiliki tempat indah yang masih belum ter ekspos, oleh karena itu kali ini kami akan ekspos trawas kepada anda semua, Mungkin banyak orang menyangka hanya batu malang yang bagus di wilayah jatim timur/ wilayah malang , pada hal ada wilayah lain yaitu Trawas , Daerah yang terletak tepat di belakakng batu malang , trawas dan batu malang sendiri hanya ter batas gunung welirang jark trawas dengan batu malang sebenarnya cukup dekat, apa saja yang ada di trawas ? Selain suasana sejuknya yang tidak kalah dengan Batu malang Trawas juga terkenal dengan Duriannya Jika anda ke trawas anda wajib untuk mencari durian khas trawas, tapi awas tertipu tidak jarang ada juga penjual nakal yang menipu, mengaku durian trawas padahal aslinya durian luar trawas, ini jelas beda dengan rasa asli durian trawas , jika anda ingin...

Inilah 24 pasangan mesum yang di grebek di hotel kawasan Trawas

Img ilstrasi Polres Mojokerto beserta dinas terkait menggelar Operasi Bina Kusuma di sejumlah hotel di wilayah hukum Polres Mojokerto. Sebanyak 24 pasangan mesum digerebek petugas saat berteduh dari air hujan di dalam kamar hotel. Puluhan pasangan mesum yang telah terjaring razia gabungan dinas terkait yakni dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung digelandang ke Mapolres Mojokerto untuk dilakukan pendataan. Dari hasil pendataan, dari 24 pasangan mesum tersebut merupakan bukan pasangan suami istri. Dari 24 pasangan mesum tersebut, 12 orang diketahui berstatus janda, 15 laki-laki yang sudah memiliki istri dan lima perempuan yang mempunyai suami serta 11 orang yang belum menikah. Sebanyak 24 pasangan mesum tersebut digerebek dari dua hotel di Kecamatan Trawas dan Pungging. Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto mengatakan, sebanyak 24 pasangan mesum tersebut bukan suami istri. "Mereka terjaring di dua hotel...

Terobosan Baru Pemerintah Untuk Dukung Langkah Rio Harianto di F1

Terobosan yang digelar Pemerintah Indonesia untuk mendukung eksistensi Rio Haryanto pada ajang balap Formula 1 ternyata turut disorot media-media luar negeri. Beberapa media memberitakan kerja keras Pemerintah dalam mendukung Rio melalui layanan SMS ( Short Message Service ). Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan penggalangan dana untuk Rio. Melalui SMS Donasi ke nomor 7788 dan dengan biaya sebesar Rp5.000 per pesan ini diharapkan bisa menutup kekurangan dana yang dibutuhkan. Pebalap kelahiran Solo itu diharapkan bisa melunasi sisa pembayaran sebesar 10 juta euro kepada Manor Racing andai 12,4 juta pengguna ponsel mengirim SMS. "Mari kita mendukung ini. Buatlah seperti minum obat, tiga kali sehari," kata Menkominfo, Rudiantara kepada wartawan. egigihan upaya Pemerintah Indonesia itu turut diberitakan oleh situs-situs balap lu...