Langsung ke konten utama

Grand Trawas : Zetizen,Hafizh Pratama Wakili Sultra ke New Zealand


Lima Alpha Zetizen asal Sulawesi Tenggara mengikuti kompetisi National Challenge Zetizen “Be A Good Zetizen and Go To New Zealand”. Kompetisi ini berhadiah adventure ke New Zealand. Satu dari lima Alpha Zetizen Sultra akan diberangkatkan ke New Zealand.
Setelah penjurian dilakukan, Hafizh Pratama (siswa MAN 1 Kendari) mendapatkan nilai terbaik. Hafizh Pratama akan berangkat ke New Zealand bersama 33 zetizen lainnya di Indonesia. Pemaparan siswa MAN 1 Kendari itu cukup menarik perhatian tim juri. Hafizh mengangkat tema tentang pemberantasan korupsi di negeri ini melalui sebuah film dokumenter.
HASRUDDIN LAUMARA, SURABAYA
Di hadapan tiga juri Zetizen, lima perwakilan Sultra tampil mempresentasikan foto aksi positif dan dampak aksi yang mereka posting di laman www.zetizen.com. Tim juri terdiri atas Melany Tedja (Business Development Manager New Zealand Trade and Enterprise), Ariyanti Rakhmana (Kepala Kompartemen For Her dan Show & Selebriti), Indriani Puspitaningtyas (Editor in Chief Zetizen Jawa Pos) meminta setiap Zetizen Sultra tampil mempresentasekan foto aksinya.
Mereka tampil silih berganti memaparkan foto aksinya. Setiap anak diberi waktu 3 menit presentasi. Emi Adriani (SMAN 5 Kendari) tampil pertama, disusul Ariani (SMAN 5 Kendari), Gilang Alifandri (SMAN 1 Kendari), Ririn Borin (SMAN 2 Kendari) dan Hafizh Pratama (MAN 1 Kendari). Dengan penuh percaya diri, mereka mendeskripsikan aksi positif. Setiap anak berusaha meyakinkan tim juri terkait aksi yang dilakukan sangat berkualitas.
Emi Adriani menjelaskan aksi positifnya tentang cara membuat VCO (Virgin Coconut Oil). Menurutnya, VCO sangat bermanfaat bagi kesehatan dan bernilai ekonomis. Dia bahkan menularkan skillnya kepada ibu rumah tangga di lingkungannya. “Peluang bisnis dari pembuatan VCO ini besar. Proses produksi hingga pemasarannya mudah diterapkan. Hal ini juga bisa menciptakan lapangan kerja sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran,” jelas anak pasangan A. Ardi dan Suhaerna ini.
Tampil kedua, Ariani, Zetizen Sultra lainnya menjelaskan aksi positifnya dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Aksi positif Ariani yakni keaktifannya mengajar bahasa Inggris bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.
Berikutnya, Gilang Alifandri. Siswa SMAN 1 Kendari itu menjelaskan aksi positif soal pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif. Menanam jagung dijelaskan tuntas Gilang kepada tim juri. “Aksi saya ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lain. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, saya tidak mau generasi muda melupakan bahwa kita merupakan negara agraris. Negara yang sumber alamnya melimpah,” beber Gilang Alifandri.
Tim juri lalu meminta peserta Zetizen Summit lainnya asal Sultra untuk tampil. Mendapat giliran berikutnya, Ririn Borin dengan penuh percaya diri memaparkan aksi positifnya mengajar anak-anak sekolah dasar dilingkungan tempat tinggalnya. “Saya mengajar tanpa memungut bayaran dari orang tua anak-anak itu. Saya tidak ingin mereka menghabiskan waktu dengan banyak bermain,” ungkap anak pasangan La ode Zahamuddin dan Wa Ode Hasni itu.
Terakhir, Hafizh Pratama. Siswa MAN 1 Kendari itu menjelaskan aksinya membuat film pendek bertema anti korupsi dan berjudul “Mereka juga Manusia”. Film buatan Hafizh dan rekan-rekannya untuk mengikuti kompetisi yang diadakan Komisi Anti Korupsi (KPK). Film bercerita soal hak-hak orang yang mengalami gangguan jiwa. Mereka punya hak seperti manusia lainnya dilingkungan sosialnya. “Orang gila juga hak untuk tidak dimarginalkan oleh lingkungannya. Mereka juga punya hak untuk dihargai,” jelas Hafizh.
Tim juri lalu mencecar Hafizh dengan beragam pertanyaan. Mereka butuh penjelasan lebih soal film pendek itu. “Lalu apa hubungannya film pendek itu dengan KPK,” tanya Indri Puspitaningtyas.
KPK dalam kompetisi yang diikuti Hafizh menekankan beberapa pembentukan karakter bangsa. Nah, salah satunya adalah tidak merampas hak orang lain. “Karena merampas hak orang lain sama halnya perbuatan korup. Nah, orang gila punya hak yang tidak boleh dirampas orang lain. Dan dalam proses pembuatan film itu, kami berhasil mengeluarkan dua orang yang dianggap gila di RSJ. Lingkungan sosialnya menganggap gila, sesungguhnya masih waras, yang bersangkutan hanya mengalami stress,” tutur Hafizh Pratama.
Ditanya jika lolos ke New Zealand (NZ) apakah mau buat film juga tentang NZ, Hafiz spontan menjawab dirinya akan membawa perlengkapan membuat film. “Dan saya siap bikin film pendek di sana sehingga bisa menjadi referensi anak-anak di Indonesia tentang NZ,” tambahnya. Hafiz juga menjelaskan aplikasi yang digunakan dalam mengedit film. Menjawab pertanyaan juri soal peran Hafizh dalam proses film, remaja kelahiran Batam, 28 Agustus 1999 itu mengaku sebagai co-sutradara dan editor.
Emi Adriani tak luput dari pertanyaan. Juri menanyakan jumlah anggota komunitas pembuatan VCO yang umumnya ibu rumah tangga. Termasuk peran Emi dalam komunitas. “Peran saya sebagai pembimbing dalam pembuatan VCo itu dan saat ini jumlahnya mencapai 41 orang. Yang dominan adalah ibu-ibu rumah tangga,” ungkap dara kelahiran Tongronge, 3 Juni 1999 itu.
Sebelumnya, Sabtu pagi, lima Alpha Zetizen Sultra mengikuti Scrapbook Competition (kompetisi kliping kreasi). Berbagai bahan yang disiapkan untuk membuat scrapbook. Mereka menuangkan ide dan kreativitas membuat scrapbook yang dipusatkan di Grand Trawas Hotel Desa Belik, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tepatnya di area Grand Trawas Camping. Selama tiga jam, anak-anak Zetizen berkreasi membuat scrapbook sesuai ide dan kreativitas masing-masing. Indikator penilaiannya berdasarkan ide, kreativitas, kemampuan kerjasama tim, dan konten scrapbook. Tema scrapbook-nya bebas, sesuai dunia anak-anak muda.
Minggu pagi, Alpha Zetizen Sultra bersama anak-anak lainnya mengikuti Outbound Session dan Building Caracter di Tretes Tree Top di Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Outbound ini bukan hanya sekadar bermain ketangkasan, mereka juga diberikan berlatih membentuk karakter. Rangkaian kegiatan ini dinilai, terutama dari aspek kemampuan leadership, creativity, teamwork, dan kepekaan responsibility. Minggu malam ratusan anak-anak Zetizen mengikuti Awarding Party sekaligus pengumuman anak-anak yang berhasil menjadi pemenang, Alpha Zetizen yang diberangkatkan ke New Zealand pada 26 November hingga 4 Desember 2016. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Trawas Pagi Ini

Foto ini adalah diambil di salah satu hotel terkenal di trawas , Pagi ini suasana trawas sangat indah . Trawas sudah menjadi bagian dari pariwisata yang wajib di kunjungi , Trawas memiliki tempat indah yang masih belum ter ekspos, oleh karena itu kali ini kami akan ekspos trawas kepada anda semua, Mungkin banyak orang menyangka hanya batu malang yang bagus di wilayah jatim timur/ wilayah malang , pada hal ada wilayah lain yaitu Trawas , Daerah yang terletak tepat di belakakng batu malang , trawas dan batu malang sendiri hanya ter batas gunung welirang jark trawas dengan batu malang sebenarnya cukup dekat, apa saja yang ada di trawas ? Selain suasana sejuknya yang tidak kalah dengan Batu malang Trawas juga terkenal dengan Duriannya Jika anda ke trawas anda wajib untuk mencari durian khas trawas, tapi awas tertipu tidak jarang ada juga penjual nakal yang menipu, mengaku durian trawas padahal aslinya durian luar trawas, ini jelas beda dengan rasa asli durian trawas , jika anda ingin...

Inilah 24 pasangan mesum yang di grebek di hotel kawasan Trawas

Img ilstrasi Polres Mojokerto beserta dinas terkait menggelar Operasi Bina Kusuma di sejumlah hotel di wilayah hukum Polres Mojokerto. Sebanyak 24 pasangan mesum digerebek petugas saat berteduh dari air hujan di dalam kamar hotel. Puluhan pasangan mesum yang telah terjaring razia gabungan dinas terkait yakni dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung digelandang ke Mapolres Mojokerto untuk dilakukan pendataan. Dari hasil pendataan, dari 24 pasangan mesum tersebut merupakan bukan pasangan suami istri. Dari 24 pasangan mesum tersebut, 12 orang diketahui berstatus janda, 15 laki-laki yang sudah memiliki istri dan lima perempuan yang mempunyai suami serta 11 orang yang belum menikah. Sebanyak 24 pasangan mesum tersebut digerebek dari dua hotel di Kecamatan Trawas dan Pungging. Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto mengatakan, sebanyak 24 pasangan mesum tersebut bukan suami istri. "Mereka terjaring di dua hotel...

Terobosan Baru Pemerintah Untuk Dukung Langkah Rio Harianto di F1

Terobosan yang digelar Pemerintah Indonesia untuk mendukung eksistensi Rio Haryanto pada ajang balap Formula 1 ternyata turut disorot media-media luar negeri. Beberapa media memberitakan kerja keras Pemerintah dalam mendukung Rio melalui layanan SMS ( Short Message Service ). Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan penggalangan dana untuk Rio. Melalui SMS Donasi ke nomor 7788 dan dengan biaya sebesar Rp5.000 per pesan ini diharapkan bisa menutup kekurangan dana yang dibutuhkan. Pebalap kelahiran Solo itu diharapkan bisa melunasi sisa pembayaran sebesar 10 juta euro kepada Manor Racing andai 12,4 juta pengguna ponsel mengirim SMS. "Mari kita mendukung ini. Buatlah seperti minum obat, tiga kali sehari," kata Menkominfo, Rudiantara kepada wartawan. egigihan upaya Pemerintah Indonesia itu turut diberitakan oleh situs-situs balap lu...