Dikutip dari surya.co.id- Sebanyak 110 anggota Front Pembela Islam (FPI) Mojokerto hari ini berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demo bela Islam pada Jumat (4/11/2016).
Mereka berangkat untuk bergabung dengan FPI Pusat dan ormas-ormas lain yang menuntut Gurbernur Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau Ahok diproses hukum karena melecehkan Al Quran.
Ketua Laskar Pembela Islam Mojokerto yang tergabung dalam FPI Mojokerto, Haris Udin menjelaskan, dia memang memberangkatkan anggota FPI dalam dua tahap yakni pada Rabu (2/11/2016) dan Kamis (3/11/2016).
Untuk Rabu kemarin, ada sekira 90 orang yang berangkat ke Jakarta.
"Mereka berangkat dengan dua bus dan yang lain kendaraan pribadi. Mereka berangkat dari Mojosari," tuturnya kkepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (3/11/2016).
Sedangkan untuk keberangkatan pada Kamis ini, ada 20 orang yang berangkat dengan KA.
Karena KA dari Stasiun Mojokerto ke Jakarta sudah penuh, maka mereka berangkat dari Kediri dan Surabaya.
"Masing-masing 10 orang berangkat dari Kediri menuju Jakarta dengan KA Matarmaja, serta dari Pasar Turi dengan KA Kertajaya. Mereka berangkat sekira pukul 20.00 WIB," katanya.
Adapun bergabungnya 110 anggota FPI Mojokerto ini merupakan kelanjutan dari aksi damai serentak yang dilakukan umat Islam pada akhir Oktober kemarin.
Dalam aksi damai itu, FPI memang meminta agar Ahok diproses hukum dan segera diadili.
"Pada aksi damai pertama itu kami hanya mengirim 10 orang. Namun karena belum ada respon dari pemerintah pusat terkait keadilan hukum, maka kami mengirim 10 kali lipatnya untuk ikut aksi ini," tegasnya.
Apa yang dilakukan mereka dengan bergabung aksi di Jakarta merupakan seruan jihad demi membela Islam, yang dinilai sudah dinista dan didzolimi.
"Kami hanya ingin memperjuangkan Islam, karena Al Quran sudah dilecehkan," pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar