Langsung ke konten utama

Polisi Mojokerto Antisipasi Pengiriman Bahan Peledak ke Aksi 2 Desember


Mojokerto - Polisi merazia bus antar provinsi, travel, dan mobil boks di jalur nasional perbatasan Mojokerto-Jombang, Rabu (30/11/2016). Razia selama dua hari ini untuk mencegah pengiriman senjata tajam (Sajam) dan bahan peledak ke Aksi Damai 2 Desember di Jakarta.

Razia digelar di sisi barat tugu perbatasan Mojokerto-Jombang, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung. Petugas menghentikan setiap bus antar kota dalam provinsi, bus antar provinsi, mobil travel dan boks yang melintas di jalur nasional tersebut.

Puluhan personel keamanan yang sebagian diantaranya polwan itu memeriksa setiap barang bawaan penumpang. Sayangnya, razia kali ini dilakukan secara manual tanpa menggunakan metal detector. Polwan yang dilibatkan menggeledah tas setiap penumpang.

"Kegiatan ini untuk mengantisipasi kaitannya aksi damai di Jakarta. Kami razia bus antar provinsi, kendaraan boks, dan station yang dicurigai. Sasaran kami yang utama adalah senjata tajam, bahan peledak, dan narkoba yang mungkin dibawa penumpang," kata Kapolsek Trowulan, Kompol M Sulkan kepada detikcom di lokasi.

Foto: Enggran Eko Budianto
Sulkan menjelaskan, razia ini digelar selama dua hari di lokasi yang sama, yakni 30 November dan 1 Desember. Menurut dia, dalam dua hari itu merupakan saat pemberangkatan peserta Aksi Damai 2 Desember dari Mojokerto dan sekitarnya menuju ke Jakarta. Titik perbatasan dipilih karena menjadi jalur utama kendaraan menuju ke Jakarta.

Sedikitnya 100 personel dilibatkan dalam razia ini. Mereka dibagi ke dalam tiga regu yang diterjunkan ke lokasi razia secara bergiliran setiap dua jam sekali. Namun, hingga pukul 13.00 Wib, razia ini belum membuahkan hasil.

"Sejauh ini sekitar 50 kendaraan yang sudah kami periksa. Belum kami temukan senjata tajam, bahan peledak, maupun narkoba," ungkap Sulkan.

Tak hanya mengandalkan petugas di lokasi razia, tambah Sulkan, pihaknya juga rutin berkoordinasi dengan petugas di pos lalu lintas simpang empat Kenanten. Kendaraan menuju ke arah Jakarta yang dicurigai oleh petugas di pos Kenanten diinfokan ke petugas di jalur perbatasan Mojokerto-Jombang untuk diperiksa.

Foto: Enggran Eko Budianto
"Kalau ditemukan kami terapkan pidana umum. Membawa senjata tajam kami kenakan UU RI No 12 Tahun 1951, yang membawa narkoba kami proses sesuai UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasti kami tahan pelakunya," tandasnya.

Aksi Damai 2 Desember akan dikonsentrasikan di kawasan Monas, Jakarta. Puluhan ribu anggota ormas Islam akan menggelar salat Jumat dan doa bersama untuk proses hukum dugaan penistaan agama oleh calon Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dari Kabupaten Mojokerto sendiri, anggota ormas Islam yang akan ke Jakarta sekitar 125 orang. 35 Orang diantaranya merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI). Mereka akan berangkat ke ibu kota 1 Desember menggunakan mobil pribadi, bus umum, dan kereta api.
(bdh/bdh)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Trawas Pagi Ini

Foto ini adalah diambil di salah satu hotel terkenal di trawas , Pagi ini suasana trawas sangat indah . Trawas sudah menjadi bagian dari pariwisata yang wajib di kunjungi , Trawas memiliki tempat indah yang masih belum ter ekspos, oleh karena itu kali ini kami akan ekspos trawas kepada anda semua, Mungkin banyak orang menyangka hanya batu malang yang bagus di wilayah jatim timur/ wilayah malang , pada hal ada wilayah lain yaitu Trawas , Daerah yang terletak tepat di belakakng batu malang , trawas dan batu malang sendiri hanya ter batas gunung welirang jark trawas dengan batu malang sebenarnya cukup dekat, apa saja yang ada di trawas ? Selain suasana sejuknya yang tidak kalah dengan Batu malang Trawas juga terkenal dengan Duriannya Jika anda ke trawas anda wajib untuk mencari durian khas trawas, tapi awas tertipu tidak jarang ada juga penjual nakal yang menipu, mengaku durian trawas padahal aslinya durian luar trawas, ini jelas beda dengan rasa asli durian trawas , jika anda ingin...

Inilah 24 pasangan mesum yang di grebek di hotel kawasan Trawas

Img ilstrasi Polres Mojokerto beserta dinas terkait menggelar Operasi Bina Kusuma di sejumlah hotel di wilayah hukum Polres Mojokerto. Sebanyak 24 pasangan mesum digerebek petugas saat berteduh dari air hujan di dalam kamar hotel. Puluhan pasangan mesum yang telah terjaring razia gabungan dinas terkait yakni dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung digelandang ke Mapolres Mojokerto untuk dilakukan pendataan. Dari hasil pendataan, dari 24 pasangan mesum tersebut merupakan bukan pasangan suami istri. Dari 24 pasangan mesum tersebut, 12 orang diketahui berstatus janda, 15 laki-laki yang sudah memiliki istri dan lima perempuan yang mempunyai suami serta 11 orang yang belum menikah. Sebanyak 24 pasangan mesum tersebut digerebek dari dua hotel di Kecamatan Trawas dan Pungging. Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto mengatakan, sebanyak 24 pasangan mesum tersebut bukan suami istri. "Mereka terjaring di dua hotel...

Terobosan Baru Pemerintah Untuk Dukung Langkah Rio Harianto di F1

Terobosan yang digelar Pemerintah Indonesia untuk mendukung eksistensi Rio Haryanto pada ajang balap Formula 1 ternyata turut disorot media-media luar negeri. Beberapa media memberitakan kerja keras Pemerintah dalam mendukung Rio melalui layanan SMS ( Short Message Service ). Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan penggalangan dana untuk Rio. Melalui SMS Donasi ke nomor 7788 dan dengan biaya sebesar Rp5.000 per pesan ini diharapkan bisa menutup kekurangan dana yang dibutuhkan. Pebalap kelahiran Solo itu diharapkan bisa melunasi sisa pembayaran sebesar 10 juta euro kepada Manor Racing andai 12,4 juta pengguna ponsel mengirim SMS. "Mari kita mendukung ini. Buatlah seperti minum obat, tiga kali sehari," kata Menkominfo, Rudiantara kepada wartawan. egigihan upaya Pemerintah Indonesia itu turut diberitakan oleh situs-situs balap lu...