Sidang Perdana Ahok Jakarta- Ahok menangis saat membacakan nota pembelaan di persidangan, Ahok menyatakan dirinya tidak pernah memiliki niat untuk menistakan agama islam ,Pasalnya dirinya tumbuh di besar di keluarga yang berlatar belakakang islam , yaitu dididik oleh keluarga islam oleh keluarga angkatnya , Ahok juga menuturkan dia telah menjalankan program yang menyejahterakan Agama islam , diantaranya menghajikan para muadzin, imam masjid dan marbot, serta memberikan gaji pada guru ngaji, Serta memberikan jam khusu di bulan ramadhan memberikan pulang lebih awal,yang bertujuan agar para PNS bisa berbuka puasa bersama keluarga, Hal ini membuat ahok merasa sedih saat dirinya di tuduh menistakan agama islam yang ia hormati,
Ahok mulai menangis saat menceritakan kedekatan orangtua dan keluarganya yang nonmuslim dengan keluarga orangtua angkatnya yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan,
"Orangtua saya dan orangtua angkat saya bersumpah untuk tetap bersaudara sampai akhir hayat," ujar Ahok.
Ahok mengatakan, karena penghormatan kepada kedua orangtua kandung dan orangtua angkatnya, tidak mungkin dirinya melakukan penistaan terhadap ulama dan islam.
"Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja saya telah menista saudara-suadara angkat saya sendiri yang beragama Islam," ujar Ahok sambil terisak dan menyeka air matanya.
Dia melanjutkan, "Bahkan saat kuliah S2 di Prasetya Mulia, kakak angkat saya yang bayar kuliah."
Ahok melanjutkan, saat berziarah ke makam almarhum orangtuanya di TPU Karet Bivak, jakarta Pusat, dirinya melepas alas kaki.
"Saya tidak pakai sepatu dan sandal saat ziarah ke makam orangtua angkat saya, karena saya hormati keyakinan saudara angkat saya itu," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Hakim sidang penodaan agama dengan terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama MM alias Ahok, H Dwiyarso Budi Santiarto SH M Hum, membuka sidang dan menyatakan terbuka untuk umum, Selasa (13/12/2016).
Tetapi, sebelum melanjutkan sidang, Dwiyarso menyatakan, saat persidangan sudah memasuki pembuktian, sidang tetap dinyatakan terbuka tetapi tidak disiarkan secara langsung oleh televisi.
Ahok mulai menangis saat menceritakan kedekatan orangtua dan keluarganya yang nonmuslim dengan keluarga orangtua angkatnya yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan,
"Orangtua saya dan orangtua angkat saya bersumpah untuk tetap bersaudara sampai akhir hayat," ujar Ahok.
Ahok mengatakan, karena penghormatan kepada kedua orangtua kandung dan orangtua angkatnya, tidak mungkin dirinya melakukan penistaan terhadap ulama dan islam.
"Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja saya telah menista saudara-suadara angkat saya sendiri yang beragama Islam," ujar Ahok sambil terisak dan menyeka air matanya.
Dia melanjutkan, "Bahkan saat kuliah S2 di Prasetya Mulia, kakak angkat saya yang bayar kuliah."
Ahok melanjutkan, saat berziarah ke makam almarhum orangtuanya di TPU Karet Bivak, jakarta Pusat, dirinya melepas alas kaki.
"Saya tidak pakai sepatu dan sandal saat ziarah ke makam orangtua angkat saya, karena saya hormati keyakinan saudara angkat saya itu," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Hakim sidang penodaan agama dengan terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama MM alias Ahok, H Dwiyarso Budi Santiarto SH M Hum, membuka sidang dan menyatakan terbuka untuk umum, Selasa (13/12/2016).
Tetapi, sebelum melanjutkan sidang, Dwiyarso menyatakan, saat persidangan sudah memasuki pembuktian, sidang tetap dinyatakan terbuka tetapi tidak disiarkan secara langsung oleh televisi.

Komentar
Posting Komentar