"Ada yg Baru'" di Trawas (Part 1)
Sirkuit Motor Trail desa Ketapanrame (depan terminal)
Beberapa hari terakhir ini dikala sore hari tampak masyarakat memadati area depan terminal desa Ketapanrame sampai bahkan aktivitas mereka yg berjajar di pinggir jalan raya trawas-Prigen itu mengganggu pengguna jalan lainnya
Ternyata mereka berhenti dan parkir di pinggir jalan untuk melihat latihan para crosser menjajal sirkuit Motor Trail yg baru di lokasi tanah lahan kosong yg merupakan tanah kas desa Ketapanrame tsb.
TKD di lahan itu memang beroh alias tidak di manfaatkan karena direncanakan di bangun icon pariwisata Trawas berupa pasar wisata dan convention hall, namun karena masih menunggu alokasi anggaran maka untuk sementara waktu di manfaatkan agar bisa menghasilkan pendapatan asli desa untuk sirkuit Motor Trail
Pengelolaan sirkuit oleh Bumdesa yg di laksanakan oleh pemuda setempat itu mendapat respon positif dari para pecinta gastrack baik dari sekitaran mojokerto maupun luar mojokerto
Sirkuit yg menempati lahan separoh TKD tsb secara panjang sirkuit sdh memenuhi standar nasional yaitu 1,2 Km namun untuk lebarnya memang belum sesuai standar dan jumpingnya belum ekstrim termasuk penyiapan berem yg belum sesuai ukurannya
Namun sepertinya pengelola berusaha memenuhi standar IMI tsb.
Kami menyempatkan melihat kondisi sirkuit atas ajakan pak kades Ketapanrame.
Kebetulan ada latihan gastrack di sirkuit, menarik memang suara raungan mesin motor trail seakan mengundang warga masyarakat yg lewat untuk menonton dan tentu ini menimbulkan keramaian baru
Atas kekurangan sirkuit memenuhi standar IMI, hari Rabu pekan depan di datangkan backhoe untuk memperbaiki kekurangan tsb.
Luar biasa semangatnya pak kades Ketapanrame dan pengelola sirkuit yg bakal di namakan sirkuit motor trail Tambak Boyo ini hingga benar-benar Ketapanrame menjadi desa yg benar-benar Rame
Sirkuit Motor Trail desa Ketapanrame (depan terminal)
Beberapa hari terakhir ini dikala sore hari tampak masyarakat memadati area depan terminal desa Ketapanrame sampai bahkan aktivitas mereka yg berjajar di pinggir jalan raya trawas-Prigen itu mengganggu pengguna jalan lainnya
Ternyata mereka berhenti dan parkir di pinggir jalan untuk melihat latihan para crosser menjajal sirkuit Motor Trail yg baru di lokasi tanah lahan kosong yg merupakan tanah kas desa Ketapanrame tsb.
TKD di lahan itu memang beroh alias tidak di manfaatkan karena direncanakan di bangun icon pariwisata Trawas berupa pasar wisata dan convention hall, namun karena masih menunggu alokasi anggaran maka untuk sementara waktu di manfaatkan agar bisa menghasilkan pendapatan asli desa untuk sirkuit Motor Trail
Pengelolaan sirkuit oleh Bumdesa yg di laksanakan oleh pemuda setempat itu mendapat respon positif dari para pecinta gastrack baik dari sekitaran mojokerto maupun luar mojokerto
Sirkuit yg menempati lahan separoh TKD tsb secara panjang sirkuit sdh memenuhi standar nasional yaitu 1,2 Km namun untuk lebarnya memang belum sesuai standar dan jumpingnya belum ekstrim termasuk penyiapan berem yg belum sesuai ukurannya
Namun sepertinya pengelola berusaha memenuhi standar IMI tsb.
Kami menyempatkan melihat kondisi sirkuit atas ajakan pak kades Ketapanrame.
Kebetulan ada latihan gastrack di sirkuit, menarik memang suara raungan mesin motor trail seakan mengundang warga masyarakat yg lewat untuk menonton dan tentu ini menimbulkan keramaian baru
Atas kekurangan sirkuit memenuhi standar IMI, hari Rabu pekan depan di datangkan backhoe untuk memperbaiki kekurangan tsb.
Luar biasa semangatnya pak kades Ketapanrame dan pengelola sirkuit yg bakal di namakan sirkuit motor trail Tambak Boyo ini hingga benar-benar Ketapanrame menjadi desa yg benar-benar Rame

Komentar
Posting Komentar